Soekarno

BANDUNG: Gurat wajah tua itu menampakkan kepedihan, dengan rambut putih menggambarkan usia. Sosok pemimpin dalam keadaan tragis menjelang akhir hayatnya itu tergambar dalam sebuah kanvas.

Ada 11 lukisan yang menceritakan kisah hidup dan perjuangan Soekarno. Pelukisnya, Suherman atau dikenal Pahe, menganggap Soekarno adalah pemimpin tegas serta penuh kekuatan.

“Saya ingin memberi teladan pada generasi muda melalui sosok bung Karno,” kata Suherman saat ditemui kemarin (31/5).

Pelukis yang lahir di Palembang pada 9 Agustus 1953 tersebut telah ke-4 kalinya menggelar pameran tunggal. Kali ini, pameran bertajuk 111 Tahun Soekarno dalam Hitam Putih digelar pada 1-6 Juni 2012 di Gedung Indonesia Menggugat Bandung.

Suherman menuturkan, jangan sampai sejarah bangsa terlupakan. Keterpurukan bangsa ini bisa terlihat lewat berbagai pemberitaan di media mengenai tingkah laku para pemimpin yang tak bisa dijadikan teladan seperti korupsi. “Seharusnya yang dipikirkan adalah bagaimana membangun bangsa ini,” tambahnya.

Karyanya bertema Soerkarno muncul karena kegelisahannya terhadap penerus bangsa. Dia menginginkan agar penerus bangsa punya nasionalisme tinggi dan mengetahui sejarah kemerdekaan Indonesia.

Terdapat pula lukisan yang mencerminkan bahwa Soekarno merupakan tokoh dunia, misalnya tergambar keakrabannya dalam berbincang dengan tokoh dari negara lain.

“Soekarno sosok panutan yang tidak boleh dilupakan oleh generasi muda,” katanya.

Lukisan wajah Soekarno menjelang akhir hayat dikerjakannya dengan sepenuh jiwa agar orang dapat melihat kepedihan yang dialami Soekarno. Presiden pertama RI tersebut dilengserkan dengan fitnah.

Suherman sendiri pernah memamerkan karyanya yang lain di Perancis. Karyanya juga ada yang tersimpan di salah satu museum di Jakarta. Dia gemar melukis tokoh.

Pameran akan dilanjutkan pada 9-16 Juni 2012 di Gedung Kembar (Gedung Sadewa) Purwakarta. (JIBI/nel)

Sumber: http://www.kabar24.com/index.php/kisah-soekarno-dalam-kanvas/